Leadership Criteria in Islam and its Benefit: Muslim Involvement in Non-Muslim Goverments

Makhsus Makhsus, Ilda Hayati, Husnul Fatarib, Desmadi Saharuddin

Abstract


Basically, a Muslim does not leave the Muslim community, but with the development of Islam many problems occur. The departure of the Prophet Yusuf from the Muslim community has been described in the Qur'an. He served various maturity processes under the guidance of Allah al-Mighty. The figure of the Prophet Yusuf has been depicted and immortalized as a shadow ruler who officially served as minister of finance, agriculture and head of the logistics affairs agency. The question arises whether a Muslim can become a non-Muslim leader who will later be neglected and will have a negative impact on the faith and syari'ah carried out by Muslim leaders who control non-Muslim governments. With literature study and content analysis approach, the writer describes the literature qualitatively about the status of Muslims who are in the midst of non-Muslims and vice versa, to dismiss the opinion of good kafirs who are more worthy of being leaders than evil and corrupt Muslims. A Muslim can become a leader in the midst of non-Muslims for the benefit and preaching of Islam as was done by the Prophet Yusuf A.S, who proved himself clean after leaving prison. The criteria for a leader in Islam are flexible enough that sometimes a Muslim who is not consistent with sharia rules can sometimes bring great benefits to Muslims. Not only that, many Muslim leaders who were very instrumental in protecting Muslims and spreading Islam in Russia such as Berke Khan have deployed infidel armies to protect Muslims from destruction.

Pada dasarnya seorang muslim tidak meninggalkan komunitas muslimnya, akan tetapi seiring perkembangan islam banyak masalah yang muncul. Hengkangnya Nabi Yusuf dari komunitas Muslim telah dijelaskan dalam Alquran.  Dia menjalani berbagai proses pendewasaan di bawah bimbingan Allah swt. Sosok Nabi Yusuf telah digambarkan dan diabadikan sebagai penguasa bayangan yang resmi menjabat sebagai menteri keuangan, pertanian, dan kepala badan logistik.  Timbul pertanyaan apakah seorang Muslim bisa menjadi pemimpin non-Muslim yang nantinya akan terabaikan dan berdampak negatif pada keimanan dan syari'at yang diemban oleh tokoh Muslim yang menguasai pemerintahan non-Muslim.  Dengan pendekatan studi pustaka dan analisis isi, penulis mendeskripsikan literatur secara kualitatif tentang status umat Islam yang berada di tengah-tengah non-Muslim dan sebaliknya, untuk menepis pendapat seorang kafir yang baik lebih layak menjadi pemimpin daripada seorang Muslim yang jahat dan korup.  Seorang Muslim bisa menjadi pemimpin di tengah-tengah non-Muslim untuk kemaslahatan dan dakwah Islam seperti yang dilakukan oleh Nabi Yusuf A.S yang membuktikan dirinya bersih setelah keluar dari penjara. Kriteria seorang pemimpin dalam Islam cukup fleksibel sehingga terkadang seorang Muslim yang tidak konsisten dengan aturan syariah dapat membawa manfaat yang besar bagi umat Islam. Tidak hanya itu, banyak pemimpin Muslim yang sangat berjasa dalam melindungi umat Islam dan menyebarkan Islam di Rusia seperti Berke Khan yang telah mengerahkan pasukan kafir untuk melindungi umat Islam dari kehancuran.


Keywords


Muslim Leader, Government, Non-Muslim

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.15548/al-adyan.v1i2.1835
Abstract views : 245 times
PDF : 153 times

References


Alam, M. (2004). The languages of political Islam: India, 1200-1800 / Muzaffar Alam. University of Chicago Press.

Būtshīsh, I. al-Qādirī. (2014). Khiṭāb al-ʻadālah fī kutub al-ādāb al-sulṭānīyah (al-Ṭabʻah 1). Al-Markaz al-ʻArabī lil-Abḥāth wa-Dirāsat al-Siyāsāt.

DeWeese, D. A. (2007). Islamization and native religion in the Golden Horde: Baba Tükles and conversion to Islam in historical and epic tradition.

Farid Bek Al-Muhami, M. (2009). Tarij al-dawla al-’aliyya al-’utmaniyya. Dar al-Nafa’ is.

Firdaus, Y. E. (2020). Rise and Fall Of Mamluk Sultanate. 15.

Jackson, P. (2017). The Mongols and the Islamic World: From conquest to conversion. Yale University Press.

May, T. M. (2012). The Mongol conquest in world history. Reaktion Books.

Meirison, M. (2019). Sejarah Kepemimpinan Wanita di Timur Tengah Dalam Tinjauan Hukum Islam (Analisa Terhadap Syajar al Durr). Kafa`ah: Journal of Gender Studies, 9(1), 50. https://doi.org/10.15548/jk.v9i1.231

Meirison, M. (2020). Islamic Tolerance on Religious Freedom, Culture and Thought in Andalusia. Hikmatuna; Vol 6 No 1 (2020): Hikmatuna: Journal for Integrative Islamic Studies,

Meirison, M., & Muzakki, M. H. (2020). Implementing The Spirit of Jihad in Sufism. Jurnal Theologia, 31(1), 1. https://doi.org/10.21580/teo.2020.31.1.5379

meirison Meirison. (2019). Religious Tolerance In The Ottoman Empire. Fakultas Syariah Dan Hukum, Vol 19 No 2 (2019): Nurani (2), 185–198. https://doi.org/10.19109/nurani.v19i2.3261 Main Article Content Meirison Meirison Meirison IAIN Imam Bonjol Padang Abstract Islam is a

Nicolle, D., & Hook, R. (1998). The Mongol warlords: Genghis Khan, Kublai Khan, Hülegü, Tamerlane. Brockhampton Press.

Paine, S. (2006). The golden horde: From the Himalaya to the Mediterranean. Tauris Parke.

Rusli, A. R. (n.d.). Karma Dan Etos Kerja Dalam Ajaran Budha. 13.

Sali, M. A. (2019). Distinction of Justice and Fairness during Umar bin Abdul Aziz�s Reign. AJIS: Academic Journal of Islamic Studies, 4(2), 127. https://doi.org/10.29240/ajis.v4i2.954

Sali, M. A., Saharuddin, D., & Rosdialena, R. (2020). Takhrij Fikih dan Permasalahan Kontemporer. Al-Istinbath : Jurnal Hukum Islam, 5(1), 51. https://doi.org/10.29240/jhi.v5i1.1235

Sali, M. A., Saharuddin, D., Rosdialena, R., & Ridho, M. (2020). Moderasi Islam Dalam Kesetaraan Gender (Komparasi Terhadap Agama Yahudi Dan Nasrani). Jurnal Al-Ijtimaiyyah: Media Kajian Pengembangan Masyarakat Islam, 6(1), 1. https://doi.org/10.22373/al-ijtimaiyyah.v6i1.5510

Saunders, J. J. (2001). The history of the Mongol conquests. University of Pennsylvania Press.

Ṭabarī, A.-Ǧaʿfar M. I.-Ǧarīr aṭ-, & Šakūkānī, A. I. aš-. (1999). Tafsīr aṭ-Ṭabarī: Al-musammā Ǧāmiʿ al-bayān fī ta’wīl al-Qur’ān. Dār al-Kutub al-ʿIlmīya.

Wahyuni, D. (2017). Agama Sebagai Media Dan Media Sebagai Agama. Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, Dan Fenomena Agama, 18(2). https://doi.org/10.19109/jia.v18i2.2368

إبن كثير، إسماعيل ابن عمر & محرم، خالد محمد. (2004). تفسير القرآن العظيم. المكتبة العصرية،.

ابن تيمية وعصره. (2018).

قرطبي، محمد بن احمد، & بدري، سالم مصطفى،. (2014). الجامع لاحكام القرآن.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Departement Religious Studies of The Faculty Ushuluddin and Religious Studies State Islamic University Imam Bonjol Padang
Jl. M. Yunus No. 1, Lubuk Lintah, Kuranji. 
Kota Padang, Sumatera Barat 25153
E-mail: al-adyan@uinib.ac.id


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.